My scratch note Linux – IT – Coding….
  • Komputasi sehari-hari dengan Fedora 20

    Fedora merupakan salah satu bentuk proyek komunitas yang didukung oleh RedHat dan rilis final dari Fedora versi 20 dilakukan pada tanggal 17 Desember 2013 yang lalu (source).

    Distribusi ini memiliki kenangan yang cukup unik karena lewat distribusi redhat-lah saya mengenal linux lebih dekat dan mulai meyukainya untuk memenuhi kebutuhan komputasi sehari-hari. Sebelum memutuskan memberi kesempatan distribusi Fedora untuk diinstal di komputer (laptop Asus K43TA), sempat terlintas untuk kembali menggunakan salah satu dari dua distribusi linux (Opensuse versi 13.1 atau Pclinuxos versi 2013.12) yang menurut saya ramah dan solid. Sebelumnya saya menggunakan distribusi Ubuntu, mulai dari versi 12.04 kemudian pindah ke Kubuntu 13.10. Akhirnya saya memutuskan untuk mencoba distribusi lain yaitu Fedora sebagai pemuas rasa ingin tahu seberapa jauh kualitas Fedora saat ini. Lewat tulisan ini saya akan berbagi pengalaman dalam menggunakan kembali distribusi linux Fedora versi 20.

    1. Proses Instalasi
    Proses instalasi tidak ada yang aneh, hanya ada satu hal yang membuat saya harus beradaptasi. Yaitu pada proses penentuan media target instalasi yang agak berbeda tetapi hal ini dapat dilewati dengan cukup mudah. Proses transfer image dari dvd ke media target instalasi berjalan cukup lama (hampir 30 menit kira-kira).

    2. Post Instalasi/Setelah proses instalasi
    Komposisi hardware yang dimiliki laptop Asus K43TA cukup membuat sedikit repot terutama masalah driver VGA. VGA yang dibenamkan di K43TA menggunakan chipset ATI Radeon serie 6520G dan memerlukan driver yang cocok agar dapat berfungsi dengan benar. Driver versi komunitas dari Fedora, radeon, dapat berjalan dengan baik setelah proses instalasi tetapi memberikan respon yang tidak terlalu bagus karena saat dilihat dari log (dmesg) masih terdapat error. Dan error ini menyebabkan proses booting dan shutdown tidak dapat berjalan dengan cepat. Beberapa hal berikut ini yang saya lakukan untuk memperbaiki kinerja dari Fedora 20.

    A. Mematikan SELinux
    SELinux yang secara default hidup di Fedora menyebabkan saya tidak dapat memanfaatkan partisi home direktori user yang sudah ada sebelumnya. Berikut hal yang saya lakukan untuk mematikan servis SELinux:

    1. Buka konsole/terminal.
    2. Ketikan perintah : sudo nano /etc/selinux/config
    3. Ubah baris SELINUX=enabled menjadi SELinux=disabled
    4. Reboot komputer setelah mengubah seting SELinux.

    B. Instalasi Fedy/Tweaking tool Fedora
    Fedy merupakan pembaruan dari Fedora Util dimana memiliki koleksi yang cukup lengkap atas hal-hal yang tidak dimasukan oleh Fedora seperti codec, dll karena masalah hak cipta dan bisa diperoleh dari link ini atau ikuti langkah berikut ini.

    1. Buka konsole/terminal.
    2. Ketikan/copy paste perintah berikut ini :
    3. su -c “curl http://satya164.github.io/fedy/fedy-installer -o fedy-installer && chmod +x fedy-installer && ./fedy-installer”
    4. Jalankan fedy lewat Kickoff application launcher Fedora atau tekan ALT+F2, ketik Fedy dan tekan tombol enter.
    5. Pilih paket-paket yang dibutuhkan agar kerja komputasi Anda menjadi nyaman (font, codec, oracle java,flash player,etc.).

    Lewat tweaking tool ini saya bisa menambahkan paket-paket yang dibutuhkan dengan lebih cepat daripada mencari dan kemudian melakukan instalasi satu per satu.

    C. Instalasi driver VGA ATI Radeon
    Untuk yang satu ini saya langsung menuju ke website dari AMD sebagai produsen chipset tersebut. Langkah-langkah berikut ini adalah langkah-langkah yang saya lakukan untuk memasang driver proprietary dari AMD di laptop saya.

    1. Buka konsole/terminal.
    2. Ketik lspci untuk mendapatkan informasi tipe VGA
    3. 00:00.0 Host bridge: Advanced Micro Devices, Inc. [AMD] Family 12h Processor Root Complex
      00:01.0 VGA compatible controller: Advanced Micro Devices, Inc. [AMD/ATI] BeaverCreek [Radeon HD 6520G]
      00:01.1 Audio device: Advanced Micro Devices, Inc. [AMD/ATI] BeaverCreek HDMI Audio [Radeon HD 6500D and 6400G-6600G series]
      
      									

    4. Pada baris kedua dari hasil lspci terdeteksi bahwa tipe chipset yang saya miliki adalah Radeon HD 6520G dan di website AMD saya mengunduh driver 14.3 beta untuk linux 64 bit lewat link ini driver 14.3 beta (dengan asumsi mulai dari tanggal release sampai saat tulisan ini dibuat (26/03/2014) AMD sudah membaharui drivernya) .
    5. Ekstrak drivernya dengan perintah Unzip Linux…..zip
    6. Pastikan paket gcc, binutils, make, kernel-devel, kernel-headers dan dkms sudah terinstalasi. (bila belum lakukan perintah sudo yum install gcc, binutils, make, kernel-devel, kernel-headers, dkms) Untuk kasus saya, karena tipe fedora yang dipakai adalah scientific dan paket-paket yang berhubungan dengan development (gcc, binutils, make, kernel-devel, kernel-headers) sudah terinstalasi, proses tersebut hanya menambahkan paket dkms saja.
    7. Pindah ke direktori hasil ekstraksi dilangkah 6 (cd fglrx-13.35.1005) dan jalankan perintah berikut
      sudo ./amd-driver-installer-13.35.1005-x86.x86_64.run
    8. Pilih pilihan  Install driver…. dan klik tombol Continue. Nanti secara otomatis driver yang dibutuhkan akan dikompilasi dan diinstalasi.
    9. Ikuti perintah selanjutnya yang muncul (meminta untuk me-reboot komputer Anda).

    Begitu proses rebooting berjalan, terasa sekali perbedaan kecepatannya. (Dugaan saya mungkin karena saat menggunakan driver komunitas ada beberapa langkah yang menyebabkan error dan sistem berusaha untuk mengatasi error yang keluar sehingga hal tersebut membuat proses booting ataupun shutdown menjadi agak lambat). Dan saat ini bagi saya proses booting dan shutdown menjadi jauh lebih nyaman dan cepat daripada sebelumnya.

    Hal yang mendorong saya untuk memakai driver ATI Radeon versi beta berasal dari tulisan Steven Rosenberg pada Pebruari 2014. Selain tulisan dari Steven, hal lain yang membuat saya yakin bahwa driver proprietary milik AMD versi beta layak dicoba adalah hasil pencarian yang diberikan oleh google (keyword “how to install ati drivers fedora 20“) yang menginformasikan bahwa pada rentang waktu dari Desember 2013 sampai Pebruari 2014 ada cukup banyak link yang memberikan informasi positif. Salah satunya yaitu ada 1 orang lagi yang berhasil memasang driver proprietari AMD (artikel dibulan Januari 2014). Bila hasilnya tidak sesuai atau dalam artian tampilan desktop menjadi berantakan, tentunya masih bisa diperbaiki dengan mengembalikan driver versi komunitas.

    D. Aktivasi partisi swap
    Sepertinya saat proses pemilihan partisi, saya melupakan identifikasi ulang partisi swap atau bagaimana (tidak begitu ingat soalnya) sehingga saat menjalankan perintah free di konsole hasilnya pada baris swap adalah 0. Langkah-langkah berikut ini adalah langkah-langkah yang saya lakukan untuk membetulkan hal tersebut.

    1. Buka konsole/terminal dan cek posisi partisi swap ada dimana dengan perintah sudo fdisk -l
    2. Disk /dev/sda: 698.7 GiB, 750156374016 bytes, 1465149168 sectors
      Units: sectors of 1 * 512 = 512 bytes
      Sector size (logical/physical): 512 bytes / 4096 bytes
      I/O size (minimum/optimal): 4096 bytes / 4096 bytes
      Disklabel type: dos
      Disk identifier: 0xa5135a6b
      
      Device    Boot      Start        End    Blocks  Id System
      /dev/sda1            2048   33179647  16588800  82 Linux swap / Solaris
      /dev/sda2        33179648  208898047  87859200  83 Linux
      /dev/sda3       208898048 1465147391 628124672   5 Extended
      /dev/sda5       208900096 1028100095 409600000  83 Linux
      /dev/sda6      1028102144 1465147391 218522624  83 Linux
      
      									

    3. Hasilnya ada di /dev/sda1
    4. Memastikan UUID dari /dev/sda1 lewat perintah blkid /dev/sda1
    5. /dev/sda1: UUID="31f56365-48cc-4048-969e-31ac259942f9" TYPE="swap" PARTUUID="a5135a6b-01" 
      									

    6. Copy dan Paste UUID tersebut ke file /etc/fstab agar saat booting partisi swap langsung diaktifkan.
    7. Berikut ini merupakan isi dari file fstab saya.
    8. #
      # /etc/fstab
      # Created by anaconda on Sun Mar 23 21:08:20 2014
      #
      # Accessible filesystems, by reference, are maintained under '/dev/disk'
      # See man pages fstab(5), findfs(8), mount(8) and/or blkid(8) for more info
      #
      UUID=1806481a-4bbb-4855-a533-1005bc7b817c /                       ext4    defaults        1 1
      UUID=e1ce18e3-c866-4ad7-90f1-3556dec5ea0a /data                   ext4    defaults        1 2
      UUID=bcd689b3-3c0c-460b-972e-2c20722edfcf /home                   ext4    defaults        1 2
      UUID=31f56365-48cc-4048-969e-31ac259942f9 swap                    swap    defaults        0 0
      
      									

    UUID dapat diperoleh dengan cara yang lain seperti mengetikan perintah ls -l /dev/disk/by-uuid yang akan menampilkan UUID dan relasinya dengan partisi.
    Untuk mengaktifkan partisi swap, tinggal mengetikan perintah swapon /dev/sda1 dan cek lagi dengan perintah free yang akan memberikan informasi bahwa swap tidak lagi bernilai 0.

    Demikian pengalaman saya dengan Fedora 20 dan semoga tulisan ini bisa menjadi sumber pencerahan bagi yang mengalami permasalahan dengan Fedora 20…

    [UPDATE-31 Maret 2014]
    Fasilitas SELinux akhirnya saya hidupkan kembali dengan mengubah opsi SELinux=disabled menjadi SELinux=permisive. Dan setelah booting ulang, sistem melakukan proses pe-label-an ulang terhadap semua file yang ada dan tidak ada permasalahan yang timbul seperti saat memakai opsi enforcing.
    Sesuai dengan keterangan yang ada di file config SELinux, opsi permisive akan memberikan peringatan/warning daripada enforcing.

    Share
    Published on March 26, 2014 · Filed under: Artikel, Linux;
    2 Comments

2 Responses to “Komputasi sehari-hari dengan Fedora 20”

  1. Mestinya SeLionux jangan dimatikan… dan kita harus belajar berkompromi dengan SeLinux… apa lagi Fedora 20 itu digunakan buat server :-P

  2. Sejauh yg saya baca dari artikel ttg selinux, konsentrasinya untuk keamanan dan saat ini di pemakaian komputasi sehari2 saya tidak memerlukan fasilitas secanggih selinux. Itu alasan saya mematikan selinux.
    Fedora 20 bisa dipakai untuk server dan desktop juga, tinggal kita nya saja yang melakukan penyesuaian thd paket2 yg dibutuhkan, apakah saat ini dipakai untuk server atau desktop.

Leave a Reply